Anabolisme Pelajaran Kimia dan Seluk Beluknya

Thumbnail Anabolisme

Anabolisme Pelajaran Kimia dan Seluk Beluknya. Dalam ilmu Biologi terdapat istilah metabolisme, katabolisme dan juga anabolism yang sedikit membingungkan dan ambigu. Meskipun kedengarannya sama, namun ketiga istilah tersebut tentu mempunyai makna yang berbeda. Dibawah ini kita akan membahas tentang anabolism, namun masih berkaitan juga dengan katabolisme dan metabolisme.

Seperti banyak hal di alam, ada keseimbangan alami pada metabolisme. Sementara jalur katabolik dianggap sebagai bentuk metabolisme yang merusak, jalur anabolik adalah bentuk konstruktif. Kata lain untuk anabolism adalah biosintesis, karena proses ini mensintesis molekul kecil menjadi senyawa yang lebih besar dan kompleks yang dibutuhkan tubuh.

Dalam skala besar, Anda dapat melihat hasil anabolism pada anak yang sedang tumbuh, penyembuhan luka, atau pembengkakan otot. Pada skala mikroskopis, proses anabolik dalam sel mencakup pembentukan asam amino (monomer) menjadi protein (polimer).

Seperti halnya katabolisme, anabolism juga dikendalikan atau diatur oleh hormon, terutama hormon pertumbuhan manusia, insulin, testosteron, dan estrogen. Proses anabolik sebagian besar didorong oleh proses katabolik, karena tubuh membutuhkan energi dan bahan mentah sebelum dapat bekerja dan membuat molekul yang lebih kompleks.

Pengertian Anabolisme

Anabolisme pelajaran kimia di pelajaran biologi adalah untuk sintesis molekul kompleks yang penting dalam membangun organ dan jaringan. Oleh karena itu, bertanggung jawab atas peningkatan ukuran tubuh. Contoh anabolism adalah pertumbuhan dan mineralisasi tulang, dan pembentukan massa otot.

Selanjutnya mengenai letak terjadinya proses anabolism. Meskipun anabolism dan katabolisme terjadi secara bersamaan di dalam sel, laju reaksi kimianya dikontrol secara independen satu sama lain. Misalnya, ada dua jalur enzimatis untuk metabolisme glukosa. Jalur anabolik mensintesis glukosa, sedangkan jalur katabolisme justru sebaliknya yaitu memecah glukosa.

Reaksi anabolik, atau reaksi biosintesis, mensintesis molekul yang lebih besar dari bagian penyusun yang lebih kecil, menggunakan ATP sebagai sumber energi untuk reaksi ini. Reaksi anabolik membangun tulang, massa otot, dan protein, lemak, dan asam nukleat baru.

Baca Juga: Hukum Newton

Fungsi Anabolisme

Apa sih sebenarnya fungsi Anabolisme?Anabolisme adalah proses di mana tubuh menggunakan energi yang dilepaskan oleh katabolisme untuk mensintesis molekul kompleks. Molekul kompleks ini kemudian digunakan untuk membentuk struktur seluler yang terbentuk dari prekursor kecil dan sederhana yang berfungsi sebagai bahan penyusun.

Anabolism berpusat di sekitar pertumbuhan dan pembangunan organisasi molekul. Molekul kecil dan sederhana dibangun menjadi molekul yang lebih besar dan lebih kompleks. Contoh anabolism adalah gluconeogenesis, dimana saat itu hati dan ginjal menghasilkan glukosa dari sumber non-karbohidrat.

Selanjutnya mengenai perbedaan antara anabolisme pelajaran kimia dan katabolisme di pelajran biologi. Reaksi katabolik ini merupakan reaksi yang melepaskan energi, sedangkan reaksi anabolik menggunakan energi. Anabolism adalah kebalikan dari katabolisme. Misalnya, mensintesis glukosa adalah proses anabolik, sedangkan pemecahan glukosa adalah proses katabolik.

Dalam reaksi anabolik, biasanya air akan dikeluarkan dari molekul kecil untuk membuat molekul yang jauhlebih besar. Sedangkan dalam reaksi katabolik, air digunakan untuk memutus ikatan dalam molekul yang lebih besar untuk membuat molekul yang lebih kecil.

Selama ini anabolism sering dikaitkan juga dengan biosintesis, apakah ini benar? Anabolism, juga disebut biosintesis, urutan reaksi katalis enzim dimana molekul yang relatif kompleks dibentuk dalam sel hidup dari nutrisi dengan struktur yang relatif sederhana. Adapun proses anabolik ini mendominasi proses katabolic dalam sel yang sedang tumbuh.

Dibawah ini merupakan tahapan anabolik:

  • Menghasilkan prekursor seperti asam amino, monosakarida dan nukleotida.
  • Aktivasi senyawa ini menjadi bentuk reaktif membutuhkan penggunaan energi dari ATP.
  • Penggabungan prekursor ini selanjutnya berubah menjadi molekul kompleks seperti protein, polisakarida, lemak, dan juga asam nukleat.

Anabolism yang menggunakan energi cahaya disebut fotosintesis, dan anabolism yang menggunakan energi kimia disebut sintesis kimia.

Yang terakhir yaitu contoh dari anabolism. Reaksi anabolik membutuhkan masukan energi untuk mensintesis molekul kompleks dari yang lebih sederhana. Salah satu contohnya adalah mensintesis gula dari CO2. Contoh lainnya adalah sintesis protein besar dari blok pembangun asam amino, dan sintesis untai DNA baru dari blok pembangun asam nukleat.

Nah, itulah seluk beluk anabolisme pelajaran kimia di pelajaran biologi yang harus kita ketahui ya. Semoga artikel ini bermanfaat, terutama bagi yang sedang mencari referensi mengenai pelajaran biologi yang satu ini. Terima kasih sudah berkunjung ke laman ini, sampai jumpa diartikel berikutnya!

Baca Juga: Belajar Matematika : Bentuk Akar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *